5 Ketentuan Benda Yang Bisa Dijadikan Sebagai Hiasan Masjid

Ketentuan benda hiasan masjid – Masjid merupakan sebuah sebutan bagi tempat atau ruangan khusus untuk beribadah bagi pemeluk agama Islam. Membangun masjid, memakmurkan serta mengagungkan masjid merupakan ibadah yang mulia. Hal ini berarti dibangunnya masjid digunakan untuk mendirikan sholat berjamaah, beri’tikaf atau berdiam diri di masjid untuk menunggu jam waktu sholat tiba ataupun untuk berdzikir memohon ampunan.

Kententuan Hiasan Masjid

Memakmurkan dan mengagungkan masjid sering diartikan dengan menghiasi berbagai macam benda, cat dengan berbagai macam warna, ataupun ornamen-ornamen yang mewah. Maka jangan sampai hal ini terjadi karena perilaku tersebut bukanlah sesuatu yang seharusnya dibanggakan, terlebih lagi bagi orang Islam.

Ketentuan Benda Hiasan Masjid

                Para ulama masih menyelisihkan perkara tentang ketentuan benda hiasan masjid. Mengingat di masa Rasulullah ﷺ dahulu hanya menghias masjid dengan cara sederhana. Dahulu masjid Nabawi hanya beratapkan daun kurma, itupun hanya sebagian saja.

Sungguh sederhananya masjid yang dibangun saat itu. Hal ini tentu mengingatkan kepada kita agar tidak terlalu menghias masjid dengan barang-barang mewah terlebih lagi terbuat dari perak dan juga emas.

Memang umumnya masjid diberikan benda-benda tertentu sebagai hiasan. Ada baiknya masjid dibangun dengan mempertimbangkan ketentuan benda penghias masjid. Adapun beberapa hal yang bisa Anda ketahui tentang ketentuan benda penghias masjid berikut ini:

  1. Tidak menuliskan doa maupun hadits pada dinding secara langsung

    Hal ini dilakukan agar benda tersebut dapat dihilangkan serta dipindahkan dari tempatnya. Akan lebih baik jika benda ditulis dikertas ataupun media lain yang mudah dicopot seperti pada jam digital masjid. Apabila seseorang sudah menghafalnya maka tentu benda tersebut bisa dipindahkan.

  1. Menghindari peletakan benda tepat di arah kiblat sholat
    Dengan meletakkan hiasan masjid tepat diarah kiblat sholat tentu kekhusyukan dalam beribadah bisa terganggu. Adakalanya pikiran kita justru tertuju pada benda tersebut. Sehingga sholatpun menjadi kurang sempurna maka alangkah baiknya untuk dihindari.
  2. Tidak menggunakan tulisan yang bisa menghilangkan keagungan hadits ataupun doa
    Jikapun ada keperluan penting untuk memasang doa-doa tertentu pada area masjid agar dimaksudkan memberikan pengetahuan lebih maka sangat dianjurkan untuk tidak menggunakan menggunakan tulisan yang bisa menghilangkan keagungan hadits ataupun doa.
  3. Menjauhi tulisan yang mengarah pada bentuk tertentu sehingga sukar dibaca
    Tulisan yang dimaksudkan ini adalah tulisan yang dibuat menyerupai bentuk tertentu. Misalnya orang yang sujud, burung ataupun bentuk sejenis lainnya, atau yang biasa disebut kaligrafi, karena banyak hadist dan ayat al-quran yang membahasnya, seperti berikut ini (Baca Disini).
  1. Bersedia mengganti sesuai kebutuhan orang
    Ketentuan benda hiasan masjid ini tentunya dimaksudkan agar seseorang yang berada di masjid bisa menguatkan hafalan atau mengingatkan hal penting lainnya.

Sebagian ulama bersepakat jika setiap benda yang menghias masjid diusahakan tidak berupa ukiran atau kaligrafi mewah berbahan perak ataupun emas pada dindingnya. Terlebih hal ini fungsinya hanya untuk hiasan saja yang keberadaannya untuk dibangga-banggakan.

Namun masalah mengenai ketentuan benda penghias masjid ini tidak perlulah untuk diperdebatkan. Hal ini dikarenakan masing-masing tentu memiliki dalil yang diyakini.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.